Belong with me
Author : Alna Livia aka Via
Genre : Romance, Friendship
Catagories : AG, Chapter
Cast : Choi Minho (SHINee) as Minho
Via as Park HyuRa
Kim Taeyeon (Girls Generation) as Taeyeon
Jessica Jung (Girls Generation) as Sica
+Another cast
“Aku bosan seperti ini mulu. Suaraku sampai habis gini, kan?” protes sica membanting microphonenya ke sofa.
“Hey, rusak nanti tau!” seru taeyeon menggoda sica yang sedang badmood tiba-tiba.
“Sica eonnie, kenapa sih?” tanya hyura sambil menghampiri sica yang duduk disofa.
“Gapapa, capek aja. Setiap hari, setiap pulang sekolah kita selalu ada disini. Ruang musik. Gak tau deh, aku bosan melihat ruangan menjijikkan ini,” jawab sica polos.
“Sebenernya kan kita bisa ke mall, shopping. Membelikan kacamata minus baru untuk hyura. Beli tempat tidur buat sica,yah? Hihi,” goda taeyeon.
“Taeyeon-ah!” panggil sica.
“Udah ah, aku capek. Mau tidur dulu. Latihan disini aja ya, dan aku tidur di sofa ini aja!” sambung sica.
“Wah, mau melakukan hobby nya nih,”goda taeyeon sambil minum limun.
“Sudah jangan ganggu, sica eonnie,” kata hyura melerai mereka berdua.
***
-Jessica PoV-
HyuRa, bukan nama yang asing bagiku. Dia sahabatku sekaligus saengku, yang paling mengerti aku. Aku gak tau mengapa, but she’s better than taeyeon *digeplak taeyeon* Taeyeon juga mengerti aku, tapi dia lebih sering menggodaku. Aku suka emosi dan badmood sendiri, aku juga gak tau kenapa. HyuRa dan Taeyeon sosok sahabat yang paling ada di saat aku susah dan senang. Membantuku jika aku butuh bantuan. Sosok HyuRa yang berkacamata, matanya agak belo untuk orang korea kebanyakan. Dengan rambut panjang dan senyum dari bibir kecilnya, dia tampak cantik. HyuRa juga magnae dari kami bertiga.Sedangkan Taeyeon, memang sahabat kecil dan untuk selamanya. Dua yeoja ini sangat membantuku, dan memahamiku saatku butuh tidur.
-Taeyeon PoV-
“Ya, satu dua tiga!”
Ah! Listen Boy My First Love Story
My Angel and My Girls
My sunshine
Oh! Oh! let's go!
Neomu neomu meotjyeo nooni nooni busyeo
Sumeul moht shigesseo tteollineun geol
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
O neomu bukkeureoweo chyeodabol su eobseo
Saranghae ppajyeosseo sujubeun geol
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
Eotteoke hajyo
eotteokhajyo
Tteullineun maeum
ddeuleeneun maeum
Dugeun dugeun dugeun dugeun
dugeundugeun georyeo
bamen jamdo mot eerujyo
Naneun naneun babongabwayo
Geudae geudae bakke moleuneun babo
Geulaeyo geudael boneun nan
Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)
O neomu neomu yeppeo mami neomu yeppeo
Cheot nune banhaetseo kkok jjipeun gul
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
Neomuna ddewguhwuh manjil suga eopseo
Saranghae tabeoryeo hookkeunhan geol
Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby
Eojjeomyeon joa
eojjeomyeon joayo
Soojoobeun naneun
soojoobeun naneunyo
Molla molla molla molla
mollahamyeo maeil
geudaeman geurijyo
Chinhan chingudeureun malhajyo
Jeongmal neoneun jeongmal motmalryeo babo
Hajiman geudael boneun nan
Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)
Maldo mothaet geol
Neomu bukkeureoweo haneun nan
Yongiga eopneun geolkka
Eotteokhaeya joeun geolkka
Dugeun dogeun mam jorimyeo barabogo itneun nan (ya~)
Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah~)
Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)
“Aduh, capek banget!” gumam hyura sambil membuka kacamatanya.
“Omo~ Saeng,kau cantik sekali lepas kacamata!” jeritku histeris melihat sahabatku membuka kacamatanya. Oke, aku tahu, aku gagal jadi sahabat hyura karena aku tidak pernah melihatnya membuka kacamatanya. Dia tampak sangat cantik lebih dari seorang Yoona!
“Apa sih?” tanyanya dengan wajah yang memerah bagaikan tomat.
“Aduh, aku jadi bangga deh, punya sahabat yeoja yang cantik cantik!” ujarku sambil mencubit pipinya.
“Udah dong eonnie!” katanya sambil tersipu.
“Hahahaa, ntar performance di acara prom gak usah pake kacamata yah, saeng!” rayuku kepada hyura.
“Gak mau! Gak mau!” katanya sambil memakai kacamatanya.
“Ahhh~ Pokoknya harus mau,” rayuku dengan sedikit cengiran.
“GAK MAU!!!” teriak hyura dengan keras sampai sampai membangunkan neptunus (re: sica) dalam tidurnya. *ditimpukin batubata* *author dipeluk minho(?)*
“Hey, apa apaan? Lagi tidur juga. Yukk, pulang yuk, aku lapar mau makan!” ujar sica sambil berjalan ke arah pintu.
*elus dada*
“Yaelah, nih orang seenaknya aja deh!” gumamku dan hyura lalu mmengikuti kearah sica pergi.
-HyuRa PoV-
Sekarang kami sudah ada di mobil sica eonnie menuju apertement sica eonnie. Ya, aku dan taeyeon eonnie tinggal disana. Bukan berarti menumpang loh! Kami memang satu sekolah dan bersahabat, dan sebenernya aku dan taeyeon eonnie numpang rumah sachan kami masing-masing, tapi sica eonnie memaksa kami untuk tinggal di apertementnya yang besar. Kasian juga kalau dia tinggal sendirian disana.
**
In Sica’s apertement
Aku melepas alas kakiku, sementara kedua eonnieku sudah siap dengan kegiatan masing-masing. Sica eonnie, siap siap tidur, kalau taeyeon eonnie sih sedang memasak sepertinya. Tuh kan, tercium baunya dari sini.
“TAENG EONNIE, AKU SERBU MAKANANMU!”
-Taeyeon PoV-
Makananku sudah matang, bisa dicium baunya, harum sekali!Dan bisa dilihat hyuRa berlari menuju dapur minta makan, menjerit jerit histeris.Bernyanyi seperti orang gila dengan memukul mangkuknya. Mungkin terhipnotis dengan makananku, haha ini berlebihan. Kini aku berdua dengan saengku ini yang sangat suka Bibimbap bikinanku yang dibumbui dengan cinta *boleh muntah kok==* dan kimchiku yang bikin ngiler hyuRa. Anak itu memang kelaparan rupanya.
“Aku makan duluan eonnie!” ujarnya yang sudah mengambil 1 mangkuk Bibimbap.
“Hey, aku panggil sica dulu,” kataku yang menghentikan 1 suapan bibimbap.
“Terserah,” jawabnya agak kecewa yang sebenernya membuatku agak sedikit tertawa.
“SICA-AH KAU MAU TIDUR ATAU MAKAN? LIHATLAH SAENG KITA SATU INI YANG TAMPAKNYA AKAN MAKAN JATAHMU JUGA!” teriakku dari bawah.
“AMBILLAH JATAH MAKANKU, AKU TIDAK LAPAR. TAPI JANGAN AMBIL JATAH TIDURKU!” teriak sica dari atas dan membuatku kaget. Dia sebenarnya bicara dengan sadar atau mengigau?-_-
“Udah dengerkan? “ kata HyuRa membuatku mengangguk saja. Dan tanpa permisi dia sudah makan Bibimbapku dan hampir setengah menghabiskannya.
“Setelah ini, kita tidur yah!” ujarku kepadanya yang sedang makan enak.
“Iya, eonnie,” katanya dengan senyum cengir dengan mie yang belepotan.
-HyuRa PoV-
Hari ini aku giliranku bertugas memeriksa sekeliling apertement sebelum masuk kedalam kamarku. Dan aku juga bisa melihat eonnie-eonnieku sudah tidur atau belum karena akan aku kerjakan setelah ini.
“Yak sudah selesai!” gumamku sambil mematikan lampu-lampu dan segera masuk kekamar.
Aku membuka jendela kamarku dan aku lihat dia sudah menunggu di depan jendela sambil mencoret coret sesuatu, aku gak tau itu apa. Seperti menyadari adanya diriku, dia langsung menunjukkan kertas dan beginilah kami berbicara setiap malam.
“Annyeong!”
“Annyeong. Oppa tidak menelpon yeoja chingu oppa?”
“Gak, dia ngejauhin aku. Gak tau kenapa.”
“Oppa, gak ngajak yeoja chingu oppa jalan-jalan?”
“Lagi gak mood.”
“Kok gitu oppa?”
“Gara-gara yeoja chinguku itu, tapi aku masih bisa tersenyum karena yeoja manis yang ada didepanku.”
Omo~ aku hampir menjerit-jerit kegirangan dan noraknya. Aku ingin melompat lompat seperti orang gila. Tapi aku harus tahan.
“Oppa?”
“hehe, ada apa?”
“Gapapa, oppa.” tulisku dalam kertas itu dengan wajah yang memerah.
“oh, aku boleh minta nomor ponselmu?”
Oke, sekali lagi dia bikin aku pengen jerit-jerit norak, melompat lompat bernyanyi nyanyi seperti orang gila. Ngebangunin eonnieku tidur dan aku bilang “EONNIE BANGUNLAH, MALAM INI SURGA! CHOI MINHO MINTA NOMOR PONSELKU? KALIAN PERCAYA? KAPTEN BASKET SEKOLAH KITA EON, LELAKI YANG PALING GANTENG SEJAGAT SEKOLAH KITA!” dan sayangnya aku harus menahan diri lagi. Aku membayangkan diriku senorak itu, aku juga senyum-senyum sendiri.
“Hey, hey!” katanya dengan suaranya yang asli, serak dan gentle sambil menggedor gedor jendelanya.
“Boleh kok, oppa. Hehe.” tulisku sambil menuliskan nomor ponselku. Dan aku yakin aku akan jadi sahabat dekat dengan ponselku ini.
“gomawo, yeoja cantik. joheun kkum kweo.”
“cheomanneyo oppa.” kata kata terakhirku sebelum menutup jendela.
Dan demi apapun ini malam yang paling indah yang aku punya setelah mengenal seorang CHOI MINHO.
~TO BE CONTINUED~
Senin, 04 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 coment:
Posting Komentar